Tag Archive | bosan

si kunang-kunang

teman malamku belum datang
atau mungkin hari ini tidak datang
pasti aku akan sangat kehilangan
si kunang-kunang

padahal hanya dia satu-satunya
teman malamku untuk bercanda
lalu aku harus bagaimana
membunuh waktu yang masih tersisa

malam ini masih panjang
mungkin lebih baik ku buat tulisan
jari menari mengikuti irama
dengan ketukan merangkai kata

judulnya saja si kunang-kunang
akan ku tulis sesuatu tentang dirinya
yang selalu rajin tertawa
dan tak pernah lelah bercanda

si kunang-kunang yang malang
mungkin sedang sakit sekarang
sedang masuk angin dia bilang
akibat terlalu sering begadang

malam ini akan sangat panjang
kalau dia benar-benar tidak datang
ah, kunang-kunang
aku benar-benar kehilangan

si kunang-kunang sepertinya tidak akan datang
dan malam ini benar-benar akan jadi malam yang panjang

hari ini ayahku marah

hari ini aku bangun siang sekali
sepertinya sudah tidak pagi lagi
terdengar ponselku berbunyi
aku dapat pesan singkat sekali

ternyata jam dua belas siang
apa aku ini sudah gila
sesiang ini aku baru terjaga
setengah nyawaku juga masih melayang

hahahaha..

aku balas pesan singkatnya
sambil masih terus saja berusaha
mengumpulkan seluruh nyawa
yang rasanya masih terpisah-pisah

sesudah sadar aku turun ke bawah
menghilangkan rasa dahaga
aku lihat di ekor mata
hanya ada ayah di sana

lalu dia marah-marah
katanya, apa saja yang aku lakukan
seharian hanya di dalam kamar
keluar hanya untuk minum dan makan

aku hanya diam
naik ke atas
pergi ke kamar

sore hari ibuku datang
kebetulan membawa makanan
aku dengar suara ayah
yang masih marah-marah

aku beranikan diri turun ke bawah
lalu benar saja, ibuku juga marah
tanyanya, aku ini sedang apa
seharian hanya di kamar saja

aku diam
lalu aku duduk sebentar saja
dan bingung harus berbuat apa
atau harus berkata apa

aku tak tahan hanya duduk-duduk saja
jadi aku kembali masuk ke dalam kamar
lalu aku pergi berdoa
semoga aku belum terlalu gila

ah, katakan saja judulnya aku bosan

aku ingin marah-marah
bolehkah aku berteriak
mengeluarkan sumpah serapah
daripada aku mati karena bosan

terpenjara dalam pikiran sendiri
terkunci oleh sempitnya persepsi
memasung ego dalam diri
hidup tapi seperti sudah mati

detikkah itu yang berjalan sangat pelan
atau nafasku yang bergerak perlahan
mengapa esok terasa terlalu lama
atau hanya aku sendiri yang merasa

duduk atau berjalan rasanya tidak nyaman
ingin tidur lagi untuk membunuh rasa bosan
tapi jelas itu pasti lebih mengerikan
maka lebih baik aku lepaskan
dalam sebuah tulisan

aku tidak peduli lagi
seperti apa tulisan ini nanti
mau jadi prosa atau puisi
atau sekedar kata-kata penuh caci

sial. sudah berapa baris sekarang
aku masih belum puas mengungkapkan
betapa aku tak tahu ke mana
arah dunia dan putaran waktu akan membawa

bahkan langit sekarang menangis
mungkin sekedar memberi simpati
atau itukah tanda untukku kini
untuk duduk tenang dan berdiam diri

membaui kulitku sendiri
yang kebetulan wangi lulur dari bali
sambil perlahan mencoba menikmati
tarian daun-daun yang tertiup angin