berjalan sendiri adalah hal yang paling aku benci
karena waktu akan mendatangkan sepi
mungkin dia pikir aku akan senang bila ditemani
padahal aku sudah bosan dengannya kini
karena entah kenapa dia tak pernah lama pergi
baru sebentar saja aku mengusirnya lari
tak lama dia pasti akan datang kembali
kemudian aku beranikan diri
berdiam bersama sepi lebih lama lagi
dan aku berpura-pura menikmati
aku ingin pergi darinya
berharap sepi tak lagi datang
aku sering mencari-cari cara
membuat banyak alasan
apapun aku lakukan
aku perbanyak kegiatan
dan sibuk menelepon teman
aku berharap sepi akan bosan
melihatku selalu tak mengacuhkan
suatu saat aku lelah mencari-cari cara dan alasan
untuk menghindari sepi yang sering datang tiba-tiba
lalu aku memberanikan diri datang kepada asa
sambil takut dan malu aku sopan menyapa
ah, aku tak mampu menatap dalam matanya
ada kehangatan dan rasa nyaman di sana
tapi asa pernah membuangku dengan sia-sia
matanya yang indah
seperti 2 mata pisau yang sangat berbahaya
entah akan dipakainya untuk melindungi kita
atau akan disodorkan untuk kita meregang nyawa
aku hanya sedang bergelayut dengan asa
entah untuk berapa lama
aku tak mampu mengira-ngira
tapi aku harus selalu siap sedia
ketika saatnya tiba
tak tahu aku yang akan dihempaskannya
atau aku yang akan pergi meninggalkannya
tak bisa ku tanyakan pada rumput yang bergoyang
sebab dia pun tak akan menemukan jawaban