kau buang percuma

waktu yang telah kau buang percuma
tidak akan pernah lagi datang
segala yang telah kau lakukan sia-sia
tidak akan ada lagi artinya

tak ada yang melarangmu berfoya-foya
selama kau tau akan batasannya
dan kau boleh minum-minum sepuasnya
bila kau dapat mengerti tanggung jawab yang kau punya
kau bisa selalu pergi berpesta-pora
asal kau memahami arti dari pertemuannya
bukannya menghabiskan energi hanya untuk tertawa

apakah yang tersisa lagi
ketika kau tidak bisa bangun pagi
kau tinggalkan kewajibanmu kerja hari ini
mengecewakan banyak hati
orang-orang yang berharap terlalu tinggi
pada dirimu yang baru saja bangun siang ini
dan kau masih merasa pantas untuk dihargai?

sudah berapa kali kau ulangi
berapa maaf yang sudah terberi
tapi rasa kecewa selalu datang kembali
karena terus berharap kau akan berubah nanti
bukan lagi hitungan hari
kau akan berusia 27 tahun nanti
dan masih terus kau tak menghitung hari?
harus berapa lama lagi?
perlu waktu berapa tahun lagi?
hingga kau bisa sadarkan diri?

bilamana senja datang menghampiri
semoga tidak ada lagi yang kau sesali
karena telah habis waktumu untuk berbenah diri
dan kau tak akan di hormati dan di hargai
bahkan oleh anak dan cucumu sendiri

siang tadi

aku berjalan di tepi jalanan siang tadi
bertelanjang kaki kesana kemari
dengan terik panas matahari
membakar kulitku yang tak putih lagi
menikmati lagu yang sering ku ulangi
angin bertiup bahagia meliputi
tak akan ada yang bisa mengganti
tak akan ada yang mampu menyamai

siang tadi aku bermain bersama
sejumlah teman yang aku punya
aku bersyukur mendapatkan mereka
sebagai wujud malaikat Tuhan dari surga
tempatku berbagi segala cerita
tentang semua duka menguras air mata
dan yang suka menyisakan banyak tawa

siang tadi
aku benar-benar harus mensyukuri
apa yang pernah aku miliki
walau ada selipan rasa sepi
yang tiba-tiba menghampiri
mereka yang pernah datang dan pergi
berikan semua pelajaran hidup ini

segala yang baik telah diberikan bagiku
semua yang terindah sudah terjadi padaku
selalu disediakan apapun yang kuperlu
karena penciptaku ialah yang Mahatahu

bila esok harus aku lewati
ujian dalam kehidupanku ini
aku yakini aku tak pernah sendiri
meski berat bagai tak mampu kujalani
pada akhirnya mujizat akan terjadi
untuk semua yang meminta pasti diberi

kunang-kunang terbang pulang

awalnya dia datang
lalu dia terbang
besoknya kembali datang
menemaniku di setiap malam
aku senang
aku rasa dia juga senang
kami hanya teman berbincang

lalu kemudian di datang
saat hari masih siang
aku makin senang
aku tak pernah kesepian
tapi dia tetap kunang-kunang
kelak dia akan terbang

sampai tiba-tiba awan hitam datang
tidak tahu dari mana asalnya
menutup semua cahaya kunang-kunang
aku tak bisa lihat lagi dirinya
tak mampu lagi melihat sinarnya
aku tak lagi mengenal dirinya
menatap dengan mata nanar
dan terus bertanya
kemana perginya

semua hal yang indah
yang terlalu berharga
hingga aku sadar
aku bukan butuh sinarnya
aku tidak mencari terangnya
hilang

maka bila dia hanya lebah
yang tak berpendar
atau mungkin burung gereja
aku tetap temannya
untuk sekedar membagi cerita
tapi apa aku baginya
aku tak pernah ingin memikirkannya
membuat pening di kepala

lalu mengapa dia harus bilang
kalau hari ini akan pulang
aku tahu dia senang terbang
bahkan terbang untuk pulang
aku hanya menitip sebuah pesan
janganlah terlalu lama
tapi apa jawabnya
dia memanggil awan hitam datang

yang mengirim aku pergi pada siang hari
agar tak butuh kunang-kunang lagi
setiap saat adalah siang bagiku kini
selalu panas yang menemani
bila aku duduk dalam sunyi

dua puluh lima

hari ini kami semua merayakan
saat-saat mereka dipertemukanNya
oleh tangan Tuhan yang Mahakuasa
merajut kisah cerita cinta bersama
pasti ada air mata pun juga romansa
yang jelas mereka begitu bahagia

syukurku pada Tuhan
atas semua berkat karunia
anugerah yang berlimpah-ruah
aku tahu semua perjuangan ayah
saat-saat menghidupi keluarga dengan susah payah
aku mengerti perasaan bunda
yang dulu hanya mampu memasak sayur berkuah

kini sudah dua puluh lima
tahun yang sudah kami ukir sebagai keluarga
berawal dari dua
kemudian kami kini menjadi lima
Tuhan yang menghembuskan nafas
Allah kami yang selalu memelihara
Dialah yang mampu menghapus semua duka
dalam namaNya kami tanggung segala perkara
tak akan pernah cukup kami ucapkan kata
untuk mewakili seluruh rasa
Bahagia

Tuhan apabila masih ada
hari esok yang telah Kau siapkan
rentang waktu untuk kami dapat berkarya
dalam kasihMu kami akan terus berharap
ajarkan kami untuk selalu setia
untuk berjalan dalam rancanganMu saja

Tak akan pernah cukup ku rasa, ya Bapa
aku ingin selalu berkata-kata
menaikan pujian-pujian sampai ke surga
hanya bagiMu Allah yang duduk di Takhta
kami satukan hati dan berdoa
agar tetap Kau pelihara
sampai pada hari kami dipanggil ke sana
tempat yang telah Kau sediakan
bagi semua orang percaya

tentang kampung halaman

ini cerita tentang kampung halaman
tempat keluarga penuh kehangatan
dengan angin-angin kesejukan
yang meniupkan aku pada harapan
bagaimana aku bisa melupakan
setiap detik-detik pertemuan
pada jengkalan jejak pada hutan

tempatnya di kalimatan
sungguh sangat jauh dari keramaian
tanpa polusi yang bisa merusak pikiran
namun kadang mampu menimbulkan kepiluan
disana hanya ada anak-anak dan tua-tua
yang muda harus pergi ke kota
untuk mengambil cita-citanya
dan hanya sedikit dari mereka yang akan pulang

dan disinilah aku berdiri
sesekali kurasakan bulu kudukku berdiri
aku diam merenungi
betapa aku harus mensyukuri
terlalu banyak yang sudah aku miliki
hanya mengeluh yang kulakukan sepanjang hari
segala yang mereka punya ada di dalam hati
kehangatan kasih sayang dan ketulusan tak terperi

bilamana pagi aku diminta untuk membeli
beberapa bawang merah dan bawang putih
harus ku berjalan sejak dari pagi
dan hanya dengan berjalan kaki
aku melewati banyak tanjakan dan turunan lagi
dan dua jam perjalanan tanpa henti
ditemani embun dan sedikit sinar matahari

ketika siang aku kembali pulang
rasa lelah bukan kepalang
panas teriknya tak mampu ku tahan
namun tak ada tempat peristirahatan
hanya sawah panjang terbentang
dan begitu tebal hijau hutan-hutan
harus tetap aku berjalan
dengan membawa beberapa pesanan

lain hari aku tidak pergi ke pasar
aku lalu pergi ke sawah
melihat banyak orang bekerja
dipayungi langit dan mentari yang bersinar cerah
jangan kau tanyakan berapa peluh keringatnya
jangan kau ragukan kekuatannya mereka
tak peduli pria atau wanita
mereka semuanya sama
umur mereka sudah tak lagi muda
banyak keriput sudah terukir pada wajahnya
dan putih rambut juga bukan masalah
lalu aku akan membantu menyiapkan makanan
untuk mereka makan siang

aku kembali pulang
dengan payung di tangan kanan
karena seketika itu hujan
tanah merah menjadi basah
dan udara dingin tiba-tiba

bila aku tak pergi ke pasar
juga tak berangkat ke sawah
aku duduk di gereja
gedungnya sangat sederhana
ada pintu yang dibiarkan selalu terbuka
terlalu luas bahkan untuk semua orang di sana
pada dindingnya tak ada hiasan
lantai pun hanya seadanya
di tempat ini mereka mengucap doa-doa
menaikan syukur pada yang telah diterima

kemudian aku ikut kemana angin membawa
pada bisikan-bisikan
yang makin mirip seperti rayuan
diantarnya aku dengan begitu banyak pasukan
anak-anak kecil yang sudah berdandan
mereka ingin menemaniku berjalan katanya
lagi-lagi 2 jam perjalanan
tetapi tak perlu di perhitungkan
bila sakit kakiku tak lagi kurasa
saat mataku dimanjakan
pemandangan yang terlalu indah

berat rasa meninggalkan semua
cerita dan semua rasa indah
hanya aku dapatkan saat berada disana
sebuah tempat di bagian kecil krayan
dekat kota long bawan
ada selayaknya pedalaman
di kalimantan

bergelayut dengan asa

berjalan sendiri adalah hal yang paling aku benci
karena waktu akan mendatangkan sepi
mungkin dia pikir aku akan senang bila ditemani
padahal aku sudah bosan dengannya kini
karena entah kenapa dia tak pernah lama pergi
baru sebentar saja aku mengusirnya lari
tak lama dia pasti akan datang kembali
kemudian aku beranikan diri
berdiam bersama sepi lebih lama lagi
dan aku berpura-pura menikmati

aku ingin pergi darinya
berharap sepi tak lagi datang
aku sering mencari-cari cara
membuat banyak alasan
apapun aku lakukan
aku perbanyak kegiatan
dan sibuk menelepon teman
aku berharap sepi akan bosan
melihatku selalu tak mengacuhkan

suatu saat aku lelah mencari-cari cara dan alasan
untuk menghindari sepi yang sering datang tiba-tiba
lalu aku memberanikan diri datang kepada asa
sambil takut dan malu aku sopan menyapa
ah, aku tak mampu menatap dalam matanya
ada kehangatan dan rasa nyaman di sana
tapi asa pernah membuangku dengan sia-sia
matanya yang indah
seperti 2 mata pisau yang sangat berbahaya
entah akan dipakainya untuk melindungi kita
atau akan disodorkan untuk kita meregang nyawa

aku hanya sedang bergelayut dengan asa
entah untuk berapa lama
aku tak mampu mengira-ngira
tapi aku harus selalu siap sedia
ketika saatnya tiba
tak tahu aku yang akan dihempaskannya
atau aku yang akan pergi meninggalkannya

tak bisa ku tanyakan pada rumput yang bergoyang
sebab dia pun tak akan menemukan jawaban

tak ada kata yang jelas maknanya

bergelayut asap hitam dalam gantungan pemikiran
yang menyiksa kepala sampai ke seluruh raga
ah, bukan..ini bukan yang pertama
berkali sudah asap-asap kotor datang meraja
mungkin ini bagian dari egonya manusia

saat kau bingung dan merasa kalut
kau dapat rasakan udara kian menyusut
bertambahlah banyak tumbuh rasa takut
nyalimu yang besar kini menjadi ciut
dan semua kepala kau ajak untuk menurut
mengikuti perasaanmu yang sudah campur aduk

berkatarsis penuh

aku sakit insomnia
baru kurasakan sekian bulan
rasanya sungguh menyiksa
kantukku tak kunjung datang
sampai subuh hari menjelang

saat aku sidang
aku baru tidur jam empat
dan harus bangun jam lima
kepalaku rasanya luar biasa
seperti setengah melayang
aku tak bisa sepenuhnya merasa
tubuhku dan pikiranku tak sehat

di hari ini aku harus ke gereja
aku baru bisa tidur jam setengah lima
dan aku terbangun jam enam lewaaaaatt
aku seketika teriak
aku mandi sambil terisak-isak
setengah meminta ampunan dan berdoa
semoga saja aku belum terlambat
sebab hari ini adalah paskah
kenapa harus hari ini juga

aku tak mampu lagi menahan rasa sakit dalam hati
yang rasanya tak pantas kubawa serta ke gereja nanti
semua harus kubereskan bahkan di detik ini
tapi rasanya begitu banyak kesesakan dan rasa pahit
mataku bengkak dan kepala sangat-sangat sakit
ya Tuhan berikan aku kesembuhan hati

masih ada waktu untuk berbenah diri
semoga aku bukan hanya dapat berdandan rapi
tapi juga menjaga hati agar tetap bersih
sebab Engkau yang telah mengampuni
masakah aku masih memiliki luka hati
aku yang hanya seorang manusia ini
bila masih ingin aku pergi memuji
haruslah aku lebih merendahkan diri
mengahadap Raja yang Mahatinggi
dalam tahtaNya yang suci
di dalam surga dan di atas bumi

Tuhan,
berikan aku hikmat kebijaksanaan
agar aku dapat merasakan
pengorbananMu yang begitu besar
yang telah tercurah bagi dunia

aku mohon pada malaikat-malaikat di surga
sempurnakanlah doa-doaku yang tidak sempurna
agar dapat diterima oleh Tuhan Allah di surga

Bapa, ini aku anakMu

Bapa, ini aku anakMu
yang Kau kasihi di setiap waktu
yang Kau pelihara, Kau jaga, dan Kau lindungi selalu

aku ingin minta maaf Bapa
bertahun-tahun aku beragama
aku masih saja memperbanyak dosa
dan terus menerus membuatMu kecewa

ampuni aku ya Bapa
kadang aku mengantuk saat datang ke gereja
aku bahkan pernah tak benar-benar mendengar
sering aku masih menyimpan kepahitan di sana

Bapa, Engkau yang paling mengenal aku
yang mengerti segala kelemahanku
maafkan semua dosa yang ada dalam hatiku
keinginan-keinginan yang terkadang semu

aku bukan anak yang taat pada semua sabda
bahkan terlalu banyak mencari-cari alasan
di saat pagi aku harus baca alkitab
seperti anak manja, yang harus terus di paksa

oh, Bapa
aku begitu mudah tergoda
dan sulit menjaga kata-kata
termasuk saat aku sedang berpuasa

aku mohon..aku mohon maafkan ya Bapa
aku janji, aku akan terus berusaha
berjalan sesuai dengan segala perintah juga larangan
meskipun mungkin butuh waktu lama

Aku janji aku akan terus setia
dan tak akan memalingkan muka
karena aku selalu percaya
Engkaulah Sang Pencipta
yang tak pernah meninggalkan perbuatan tanganNya

si kunang-kunang

teman malamku belum datang
atau mungkin hari ini tidak datang
pasti aku akan sangat kehilangan
si kunang-kunang

padahal hanya dia satu-satunya
teman malamku untuk bercanda
lalu aku harus bagaimana
membunuh waktu yang masih tersisa

malam ini masih panjang
mungkin lebih baik ku buat tulisan
jari menari mengikuti irama
dengan ketukan merangkai kata

judulnya saja si kunang-kunang
akan ku tulis sesuatu tentang dirinya
yang selalu rajin tertawa
dan tak pernah lelah bercanda

si kunang-kunang yang malang
mungkin sedang sakit sekarang
sedang masuk angin dia bilang
akibat terlalu sering begadang

malam ini akan sangat panjang
kalau dia benar-benar tidak datang
ah, kunang-kunang
aku benar-benar kehilangan

si kunang-kunang sepertinya tidak akan datang
dan malam ini benar-benar akan jadi malam yang panjang