Archives

tentang kampung halaman

ini cerita tentang kampung halaman
tempat keluarga penuh kehangatan
dengan angin-angin kesejukan
yang meniupkan aku pada harapan
bagaimana aku bisa melupakan
setiap detik-detik pertemuan
pada jengkalan jejak pada hutan

tempatnya di kalimatan
sungguh sangat jauh dari keramaian
tanpa polusi yang bisa merusak pikiran
namun kadang mampu menimbulkan kepiluan
disana hanya ada anak-anak dan tua-tua
yang muda harus pergi ke kota
untuk mengambil cita-citanya
dan hanya sedikit dari mereka yang akan pulang

dan disinilah aku berdiri
sesekali kurasakan bulu kudukku berdiri
aku diam merenungi
betapa aku harus mensyukuri
terlalu banyak yang sudah aku miliki
hanya mengeluh yang kulakukan sepanjang hari
segala yang mereka punya ada di dalam hati
kehangatan kasih sayang dan ketulusan tak terperi

bilamana pagi aku diminta untuk membeli
beberapa bawang merah dan bawang putih
harus ku berjalan sejak dari pagi
dan hanya dengan berjalan kaki
aku melewati banyak tanjakan dan turunan lagi
dan dua jam perjalanan tanpa henti
ditemani embun dan sedikit sinar matahari

ketika siang aku kembali pulang
rasa lelah bukan kepalang
panas teriknya tak mampu ku tahan
namun tak ada tempat peristirahatan
hanya sawah panjang terbentang
dan begitu tebal hijau hutan-hutan
harus tetap aku berjalan
dengan membawa beberapa pesanan

lain hari aku tidak pergi ke pasar
aku lalu pergi ke sawah
melihat banyak orang bekerja
dipayungi langit dan mentari yang bersinar cerah
jangan kau tanyakan berapa peluh keringatnya
jangan kau ragukan kekuatannya mereka
tak peduli pria atau wanita
mereka semuanya sama
umur mereka sudah tak lagi muda
banyak keriput sudah terukir pada wajahnya
dan putih rambut juga bukan masalah
lalu aku akan membantu menyiapkan makanan
untuk mereka makan siang

aku kembali pulang
dengan payung di tangan kanan
karena seketika itu hujan
tanah merah menjadi basah
dan udara dingin tiba-tiba

bila aku tak pergi ke pasar
juga tak berangkat ke sawah
aku duduk di gereja
gedungnya sangat sederhana
ada pintu yang dibiarkan selalu terbuka
terlalu luas bahkan untuk semua orang di sana
pada dindingnya tak ada hiasan
lantai pun hanya seadanya
di tempat ini mereka mengucap doa-doa
menaikan syukur pada yang telah diterima

kemudian aku ikut kemana angin membawa
pada bisikan-bisikan
yang makin mirip seperti rayuan
diantarnya aku dengan begitu banyak pasukan
anak-anak kecil yang sudah berdandan
mereka ingin menemaniku berjalan katanya
lagi-lagi 2 jam perjalanan
tetapi tak perlu di perhitungkan
bila sakit kakiku tak lagi kurasa
saat mataku dimanjakan
pemandangan yang terlalu indah

berat rasa meninggalkan semua
cerita dan semua rasa indah
hanya aku dapatkan saat berada disana
sebuah tempat di bagian kecil krayan
dekat kota long bawan
ada selayaknya pedalaman
di kalimantan